SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS SOSIAL KABUPATEN BENGKALIS. VISI : "PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) HIDUP MANDIRI DAN SEJAHTERA” 
Header Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat datang di Website Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas ridho, rahmad dan perkenan-Nya, sehingga website ini dapat terbentuk, semoga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan pemerintah.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis

DRA. HJ. MARTINI, MH

 
 
   
 
 
Username :
Password :
 
 

Anda adalah pengunjung Ke : 14473618
 
Calendar Script
« December 2020 »
Mn Sn Se Rb Km Jm Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
 

 

Tingkatkan Kualitas Layanan, RSJ Tampan Intensif Lakukan Kerjasama dengan Dinsos Bengkalis

Selasa, 12 April 2016

BENGKALIS- Upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat khususnya terhadap pasien penyadang penyakit atau gangguan jiwa dari Kabupaten Bengkalis, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru intensif melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis.

Pekan lalu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSJ Tampan, Ardianus dan rombongan melakukan kunjungan sekaligus pertemuan khusus untuk berkoordinasi dengan pihak Dinsos Bengkalis diwakili Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Bambang. S. Pertemuan tersebut diantaranya membahas dan mengevaluasi pelayanan yang dilakukan oleh pihak RSJ Tampan dalam menangani pasien-pasien yang difasilitasi oleh Dinsos Kabupaten Bengkalis selama ini.

Kepala Dinsos Kabupaten Bengkalis Darmawi melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Bambang. S mengatakan, bahwa inti pertemuan tersebut adalah untuk mengetahui tanggapan masyarakat atau pasien tentang layanan diberikan oleh RSJ Tampan Pekanbaru yang telah difasilitasi pihak Dinsos Kabupaten Bengkalis.

?Inti dalam pertemuan itu adalah untuk mengetahui tanggapan dari masyarakat atau pasien yang difasilitasi Dinsos, bagaimana RSJ Tampan memberikan pelayanan. Dan tanggapan masyarakat yang telah disampaikan ke Kami cukup baik,? ungkapnya, Senin (11/4/16) kemarin.

Hanya saja disampaikan Bambang, selama proses pengobatan pasien dari Bengkalis ke RSJ Tampan masih masih ada ganjalan yakni pengurangan jangka waktu rawat inap yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Sebelumnya pihak RSJ menyediakan waktu hingga 15 hari namun saat ini berubah menjadi 12 hari. ?Dari adanya keluhan ini Kami berharap ada penambahan waktu rawat inap kepada pasien di saja (RSJ, red),? katanya lagi.

Disinggung terkait persediaan obat-obatan untuk pasien, Bambang berharap, pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten menyuplai obat khusus pasien yang mengalami penyakit gangguan jiwa ini sebagai langkah sebelum pasien dikirim atau setelah dipulangkan dari RSJ di Pekanbaru.

Bambang menyontohkan, selama ini, pasien yang sudah berobat ke Pekanbaru dan telah kehabisan obat-obatan, pihak keluarga harus pulang pergi ke Pekanbaru hanya untuk mengambil obat-obatan dan terpaksa mengeluarkan biaya lebih mahal.

?Diharapkan untuk wilayah Bengkalis dan Duri sudah disediakan obat khusus pasien penyakit jiwa ini. Karena pasien rata-rata dari kalangan masyarajat kurang mampu, sehingga baik pasien sebelum atau setelah dari dan ke RSJ Pekanbaru sudah ada langkah antisipasi terutama dalam perobatan dan tidak perlu mengeluarkan biaya lebih mahal hanya untuk mengambil obat ke Pekanbaru, ? harapnya.

Terpisah, ditanya terkait persediaan obat yang bisa disalurkan ke daerah, Kepala Bidang Pelayan Medik RSJ Tampan Pekanbaru Adrianus menyampaikan, pemberian obat-obatan dari pihak rumah sakit hanya bisa diberikan selama pasien menjalani perobatan di rumah sakit. Apabila sudah dipulangkan ke daerah masing-masing, maka pemberian obat sampai pada batas tertentu. Sedangkan khusus untuk menyuplai atau menyediakan obat-obatan di daerah, tidak dapat dilakukan karena dikhawatirkan menyalahi kewenangan.

?Setelah pasien di pulangkan ke daerah masing-masing, Kami hanya memberikan obat sampai batas waktu tertentu dan apabila obat tersebut telah habis pasien harus mengambil kembali ke Pekanbaru. Terkait dengan menyediakan obat ke daerah, tidak dapat dilakukan karena di luar kewenangan Kami, dan hal itu kewenangan daerah masing-masing,? ujarnya.

Sementara itu, terhitung Januari hingga Maret 2016, jumlah warga mengalami gangguan jiwa yang dirujuk ke RSJ Tampan Pekanbaru dan difasilitasi Dinsos Bengkalis untuk menjalani pengobatan mencapai 10 orang.***

Teks Foto : Pertemuan antara Dinsos Bengkalis dengan pihak RSJ Bengkalis beberapa waktu lalu.